BAHAN pengawet dan zat adiktif sangat berbahaya bagi kesehatan. Sebelum Anda terkena dampaknya, hindari bahan-bahan berbahaya ini.
Seiring
perkembangan zaman, keberadaan zat adiktif serta bahan pengawet banyak
menyusup dalam makanan. Anda wajib mengetahuinya agar terhindar dari
gangguan kesehatan serius. Berikut ini beberapa bahan pengawet dan zat
adiktif pada makanan yang sebaiknya Anda hindari, seperti dilansir Sheknows.
Amonium sulfat
Amonium
sulfat ialah pengawet yang sering digunakan dalam roti (biasanya
dicampur dalam ragi). Tapi juga bisa sebagai pembersih dan terdapat
dalam pupuk tanaman.
L-sistein
L-sistein
terbuat dari bulu bebek atau rambut manusia dan dianggap protein alami
karena dapat dicerna sebagai asam amino. L-sistein biasanya digunakan
untuk adonan roti dan kue.
Titanium dioksida
Titanium dioksida sering digunakan dalam tabir surya karena dapat menyerap sinar UV. Namun, zat ini juga digunakan dalam susu, salad dressings, frosting, dan creamer kopi, dan sebagainya.
Butylated hydroxyanisole
Butylated hydroxyanisole
(BHA) ialah pengawet makanan berbasis fenol yang berfungsi sebagai
antioksidan untuk makanan untuk mencegah makanan menjadi tengik. BHA
dapat menyebabkan kanker dan biasanya ditemukan pada obat-obatan,
makanan kemasan dan pakan ternak.
Butylated hidroksitoluen
Butylated hidroksitoluen
(BHT) ialah makanan pengawet mirip dengan BHA yang juga mencegah minyak
dalam makanan menjadi tengik. BHA biasanya digunakan untuk kosmetik,
bahan bakar jet, karet dan cairan pembalseman. (ind) (tty)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar